Senin, 17 Oktober 2016

Jarak Bukanlah Halangan Bagi Kita yang Punya Alasan untuk Bertahan

Aku meletakkan cangkir putih bercorak bunga sakura itu dan memandang ke arahmu yang sedang sibuk berkutat dengan laptop. Wajahmu terlihat sangat serius sembari membaca setiap email yang masuk. Berpikir sebentar lalu jari-jemarimu mulai merangkai kata. Sebuah senyuman kecil tersimpul di bibirku. Aku membatin dalam hati. Betapa tingginya tuntutan pekerjaanmu tidak menghalangimu untuk terbang menghampiriku di sini. Lalu, aku kembali menyeruput teh yang masih terasa hangat-hangat kuku itu. 

Tak lama kemudian, kamu menutup laptop dan melayangkan senyum lebar kepadaku diiringi dengan sebuah rangkulan kecil pada pundakku. Percakapan untuk saling bertukar rindu pun kembali dilanjutkan. Tatapan mata dan sentuhan yang tak dihalangi oleh jarak. Pertemuan yang setiap hari selalu aku nantikan.

Perjalanan asmara kita jelas memupuk rindu yang tak berkesudahan. Banyak tantangan yang mencoba keras untuk mendobrak masuk, menyelinap ke dalam, dan mengutak-atik kontak rasa antara kita. Sederet pengorbanan dan perjuangan terpatri hampir di setiap alurnya. Tapi, toh, kita tetap bertahan.
“Perjalanan ini memang tidak mudah. Tapi, hubungan ini memberikan pelajaran yang bermakna untuk kita.”
Kepercayaan menjadi tonggak utama yang menopang beratnya bentangan jarak antara kita.
Apa yang sedang kamu lakukan di sana? Dengan siapa kamu pergi? Aku hanya bisa berpegang pada setiap kata yang kamu utarakan. Ya, hanya itu saja. Begitu pun sebaliknya.
Kepercayaan merupakan fondasi dasar bagi kita untuk membangun hubungan ini dari bawah. Tanpa kepercayaan, semua ini tidak akan ada artinya.
Aku tak akan berbohong. Puluhan kali rasa curiga menyelimuti hatiku. Keraguan atas ucapan yang kamu sampaikan. Ketidakyakinan atas fakta yang tidak dapat aku lihat. Semua itu aku alami.
Tapi, percuma saja hidup dengan penuh ketakutan, bukan? Tak ada gunanya memelihara pikiran negatif dan membiarkan diri ini dilingkupi oleh kekhawatiran yang belum tentu benar. Jadi, tak perlu aku berasumsi dan menebak-nebak sesuatu yang tidak pasti. Karena segala sesuatunya akan terbukti sendiri suatu saat nanti. Saat ini, aku hanya perlu percaya saja.
“Membangun kepercayaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan menghancurkan kepercayaan itu hanya sesingkat sebuah kejapan mata.”

Sesibuk apapun aktivitas kita, komunikasi tetap harus terjaga. Hal inilah yang akan memperkokoh rasa antara kita.
Perbedaan aktivitas yang dijeda oleh jarak menjadikan komunikasi bukanlah perkara kecil. Ya, benar. Urusan sesederhana saling bertukar kabar bisa menjadi pemicu perselisihan yang berujung besar. Kesalahpahaman itu ibarat hal yang sudah lumrah terjadi.
Namun, aku dan kamu tetap harus saling mengerti. Toleransi dan saling menghargai perlu dijunjung tinggi. Segala ganjalan yang menggantung di dalam hati akan kita sampaikan dengan kepala dingin. Saling berdiskusi dan memahami keinginan masing-masing demi mencapai titik temu yang kita sepakati.
Karena kita sama-sama belajar. Komunikasi penuh emosi tidak akan membuahkan hasil yang kita kehendaki. Kita perlu bersabar dan tetap menjaga perasaan masing-masing pribadi.
“Komunikasi itu ibarat oksigen dalam sebuah hubungan. Karena kepercayaan dapat hidup jika ada komunikasi yang terbina dengan baik.”

Walau masalah datang silih berganti, tapi komitmen yang sama membuat kita tidak menyerah dan berhenti.
Selalu ada pengorbanan. Selalu ada perjuangan. Ini memang tidak mudah. Tapi, menjalaninya bersamamu tidak membuat hubungan ini terasa begitu berat.
Kita berselisih, kita berdebat. Ada kalanya pula aku merasa gerah. Hubungan yang minim kontak langsung ini tentu menyimpan segudang tantangan.
Tapi, kita tidak menyerah. Karena komitmen yang sama menjadi tempat kasih kita bermuara dan tempat kaki kita kembali berpijak. Kita tahu ada sesuatu yang akan kita tuju di akhir jalan ini.

“Kesamaan visi dan misi yang telah kita rajut bersama dari awal. Komitmen inilah yang menjadi benang inti dalam hubungan kita.”
Kita menghentikan langkah kaki kita di sini. Kamu berdiri menghadapku dan menatap lekat mataku. Ada sesuatu yang tersirat dari caramu memandangku. Aku memahaminya tanpa perlu ada translasi ke dalam kata. Kita berbincang singkat dan saling memberikan pelukan hangat. Lalu, kamu membalikkan badan dan mulai berjalan menarik kopermu, menjauhi tempatku berdiri dalam diam.
Aku hanya mampu menatap punggungmu. Aku menghela napas dan tersenyum. Jarak dan waktu kembali menjadi penghubung antara kita. Rindu kembali menjadi penghias kisah kita.
Kejujuran dan kesetiaan kita sedang diuji saat ini. Tapi, aku akan bersabar. Hingga nanti saatnya semesta menyatukan kita.
"Sebab ini bukan hanya soal rasa yang membuncah dari dalam dada. Namun, juga soal cita yang ingin kita perjuangkan bersama. Bukankah begitu, sayang?”

idntimes.com

Pergilah dan Berlalu. Kesetiaanku Terlalu Berharga untuk Pengkhianat Cinta Sepertimu

Kemana saja kamu selama ini? Setelah semua kekacauan yang kamu perbuat dengan mudahnya kamu menghilang tanpa jejak, tak ada kata maaf terucap untuk semua khilaf. Lalu setelah semua berhasil aku perbaiki dan kumulai mempercayakan diri untuk jatuh cinta lagi pada sosok lain tanpa malu, kau malah kembali. Kau kembali dengan alasan telah menyesali semua perbuatan dimasa lalu. Katamu, kau masih mencintaiku. 

Katamu kau tak bisa hidup tanpaku, tapi sampai detik ini kau masih saja hidup dengan baik-baik saja bukan? Dimana semua kata-kata yang kau ucapkan? Berjanji tak akan melukai dan mengkhianati. Tapi nyatanya kau bermain api dibelakangku. Dia kah yang lebih baik dariku? Dia kah yang kau sebut lebih mengerti kamu? Lalu kenapa kau sekarang datang lagi dengan menyesali semua perbuatanmu.

Dengarkan aku! Sekali lagi dengarkan baik-baik kataku! Tidak ada yang bisa dibenarkan dari semua perbuatanmu, terlebih kau memilih untuk berselingkuh dibelakangku, berbagi cinta dan mengkhianati aku. Tak cukupkah aku bagimu? Tak pantaskah aku mendapatkan kesetiaan darimu?
Telah kuserahkan semua yang menjadi milikku, bahkan hatiku telah kurelakan rapuh karenamu. Mataku tak pernah sekalipun berpaling memandang selain kamu, telinga ini tak pernah untuk mendengarkan selain suaramu, tanganku pun tak pernah menggenggam selain tanganmu. Namun aku tak bisa paksa kamu tuk tinggal di sisiku, kamu yang telah siksa aku dengan segala perbuatanmu.
Pergilah, pergi jangan lagi kau sesali yang terjadi karena aku bisa tanpa kamu. Tak usah kau ragu, aku rapuh tanpamu. Tapi bersamamu pun aku tak mampu jika masih saja kau berselingkuh.
Jadi lupakan aku, bawa kembali semua sesalmu dan ribuan maaf dari mulutmu. Aku ingin lebih baik tanpa kamu. Jangan lagi kau tawan hatiku, aku bukanlah budak cintamu. Bebaskan aku, biarkan aku kembali menemukan cinta selain kamu. Karena kau tak pantas bagiku.
Kesetiaanku terlalu berharga untuk pengkhianat cinta seperti kamu. Aku tak perlu lagi semua penjelasan darimu, karena semuanya sudah berlalu. Sudah ku maafkan semua kesalahmu, pergilah jangan ganggu aku.
Kini telah kutemukan dia sebagai penggantimu, dia yang mampu berjuang untukku, dia yang mampu meredakan luka hatiku karenamu. Dan dia bukanlah kamu, dia tak pernah berjanji untuk tidak melukaiku, dia juga tak pernah bersumpah mati untukku, bahkan dia tak mampu membawakan rembulan ke hadapanku. Tapi setidaknya dia tak sepengecut kamu, yang berani pergi membagi hati dan tega melukai. Dia tak sepertimu, semoga tak sepertimu.

idntimes.com

Aku Bahkan Takut Menyakiti Kamu, Tapi Mengapa Kamu Memanfaatkan Cintaku

Aku tidak tau apa salahku pada kamu, aku tidak tau apa dosaku padamu. Yang aku tau aku jatuh cinta padamu, yang aku tau aku merasa nyaman bersamamu berbagi dengan mua. Tapi mengapa kamu begitu menakutkan, mengapa hatimu sekeras batu, mengapa hatimu tidak melunak dengan kebaikan dan ketulusan cinta yang aku berikan. 

Mengapa besar cinta dan ketulusanku untuk kamu bukan membuatmu iklas mencintaiku dan nyaman ada bersamaku. Kubantu sama-sama membangun masa depan mengapa malah membuatmu semakin sadis menyakitiku. Padahal selama bersama mu aku selalu mencoba mengerti, mencoba mengalah dan selalu mengerti kamu karena aku takut aku akan menyakiti perasaan mu.

Cinta Itu Menyakitkan Sebesar Aku Menginginkan Kamu
Tidakku sangka jatuh cinta pada mu itu menyakitkan, aku juga ak.tak pernah menyangka jika pada akhirnya aku akan sesakit ini karena menicintai kamu. Aku mengira pada akhirnya aku akan bahagia karena selama ini sekalipun kamu tak pernah menyakitiku. Tapi kenapa pada akhirnya kamu dengan mudahnya berpaling dengan mudahnya menyakiti.
Jatuh Cinta Padamu Aku Bahkan Sampai Lupa Pada Diriku Sendiri
Aku sibuk memperjuankan kamu dan masa depanmu, ku bantu kamu menata masa depanmu sendiri agar menjadi mapan, sampai-sampai aku lupa masa depanku. Kubantu kamu bangkit kembali dari setiap kegagalan yang kamu hadapi, aku bahkan berpura-pura tegar dan mengajakmu semangat kembali meski sebenarnya aku tidak yakin. Sengaja ku buat waktuku untuk lebih banyak bersamamu agar kamu tidak merasa terpuruk. Demi kamu bahkan aku rela meninggalkan keluarga dan teman-temanmu. Demi membantumu sengaja aku tak melakukan hal-hal yang ku suka karena ku pikir masa depanmu juga untukku.
Tak Ku Sangka Kamu Adalah Orang Jahat yang Mendebarkan Jantungku
Rupanya kamu hanya menggunakan topeng cinta untuk mendapatkan banyak hal yang menguntungkan bagi hidupmu. Rupanya kamu adalah orang jahat yang mampu berwajah manis. Tapi entahlah mengapa aku bisa tidak tau dan tak dapat melihatnya, entahlah aku juga tidak dapat mengira mengapa hatiku berdegub kencang saat melihatmu sampai-sampai sedikitpun bahkan untuk berhayal sesuatu yang buruk tentang kamu itu tidak pernah muncul dalam pikiranku.
Ternyata Kamu Masih Tidak Tau Cinta, Kamu Hanya Tahu Dirimu
Keliru sungguh aku keliru menyangka kamu adalah orang yang baik hati yang benar-benar mendekati diriku karena cinta, bukan karena apa-apa yang ada pada diriku. Kamu tidak pernah melihat cinta dalam diriku kamu hanya ingin memanfaatkan cintaku untuk dirimu. Kamu tidak pernah peduli dengan diriku kamu hanya peduli akan dirimu dan masa depanmu.
Aku Banyak Memberi Tapi Aku Tidak Menerima Apa-apa
Aku sadar dan pada akhirnya aku mulai banyak berhitung sudah berapa banyak yang telah aku berikan pada dirimu untuk membahagiakan kamu. Bukan hanya uang yang kubuang sia-sia kuberikan pada kamu, aku bahkan banyak membuang waktuku untuk melakukan banyak hal yang tidak kudapat untuk diriku sendiri. Aku banyak membuang banyak kesenangan dan ke sukaan ku untuk kuberikan pada kamu. Dasar memang kamu yang tak tidak pandai bagaimana harus berterimakasih.

duapah.com

Kalau Tidak Benar-benar Mencintaiku Tolong Jangan Beri Aku Harapan

Bagimu mencintai mungkin adalah sesutu yang sederhana tapi aku tidak seperti mu bagiku mencintai seseoran itu tidak sederhana dan tidak sesederhana seperti kamu mencintai diriku atau mungkin orang lain. Bagi kua atau mungkin bagi sebagian besar wanita ini segala sesuatu yang dilakukan pada pria itu adalah bentuk dan wujud dari cinta mereka pada orang yang dicintai. 


Banyak wanita termasuk diriku berbuat baik memang karena pada dasarnya ingin membantu, tapi baik karena benar-benar ingin membantu dan baik karena cinta itu berbeda. Memperlakukan orang karena cinta dan rasa kemanusian itu tetap berbeda dan dapat diberbedakan. Padamu aku baik karena memang atas dasar kemanusian dan atas dasar aku mencintai kamu tapi pada mereka aku baik bukan karena cinta hanya atas dasar kemanusian.

Tidak bisakah kamu membedakannya? Atau mungkin kamu sebenarnya tau tapi pura-pura tidak tau karena mersa butuh pada ku atau karena ingin mepermainkanku. Padamu jika memang kau tak benar-benar mencintaiku tolong jangan beri harapan apapun padaku.
Aku Butuh Kejelasan Tentang Hubungan yang Sedang Kita Jalani
Selalu bersama dan merasa bahagia disampingmu rasanya tidak cukup bagiku sebelum aku tau apakah kamu sama sepertiku menginginkan kamu sampai kita bisa membangun keluarga kecil yang akan membuat kita tertawa bahagia dan sedih bersama.
Sikapmu Membuatku Memaknai Kamu Masih Menginginkanku
Jika kamu masih sama memperlakukanku dengan baik dan penuh perhatian itu tetap saja membuat diriku memaknai kamu tetap memberi harapan padaku. Aku tidak bisa mundur dari mencintai kamu jika kamu masih bersikap baik padaku.
Beritahu Aku Jika Hubungan Kita Akan Ada Masa Berakhirnya
Tak bisa mundur dari mencintai kamu itu tidak berarti aku tidak bingung dan bimbang dan bertanya-tanya apakah hubungan kita akan selamanya berjalan seperti ini atau berakhir dengan baik.
Jangan Ajak Aku Membayangkan Bahagia Jika Pada Akhirnya Tidak Bersama Kamu
Kau menjanjikan aku bayangan-bayangan bahagia, mengajakku bermimpi tentang banyak keindahan di masa depan tapi mengapa kau tak pernah berani dimana sebenarnya kamu berdiri. Aku tidak tau ajakanmu melihat kebahagian itu apakah hanya sekedar mengelabuhiku agar tak bertanya mengenai hubungan kita yang masih abu-abu.
Butuh Kejelasan Itu Tidak Berarti Kita Harus Segera Menikah
Mengapa takut untuk memperjelas untuk mengatakan ‘aku ingin menikahimu’, mengapa takut untuk ku pertemukan dengan keluargaku? Meraka tidak akan memaksamu sesegera mungkin menikahiku.

duapah.com

Cemburu itu Sulit Untuk Dijelasin, Rasanya Sedih, Nyesek Dan Cuma Bisa Dirasain Dan Dipendam

Kecemburuan lahir karena adanya rasa memiliki dalam diri masing-masing. Ketika orang yang kita sayang memberikan perhatian kepada orang lain, rasa cemburu itu akan muncul. Dalam batas-batas tertentu cemburu itu memang perlu untuk menunjukkan adanya rasa cinta. 


Tapi sungguh rasanya cemburu itu tidak enak meskipun tidak dimakan. Karena membuat kita tidak bisa mengendalikan diri. Rasa cemburu ini akan semakin meledak-ledak kalau dia malah gak peduli kalau sebenarnya kita sedang mersa cemburu. Aku benci mersa cemburu, karena membuatku membencimu lalu semakin mencintaimu melebihi hari sebelum-sebelumnya. Kamu juga tahukan bagaimana rasanya cemburu itu? Jika tidak aku ingin memberitahukanmu.

Beginilah Gambaran Singkat Rasa Cemburu yang Sangat Susah Untuk Dijelasin Itu
Memang sulit untuk menceritakan tentang rasanya cemburu itu seperti apa. Tetapi biasanya akan timbul perasaan, Gelisah, Menyesal, Putus asa, Marah, yang bersatu menjadi satu rasa, yaitu rasa sakit. Saat cemburu dunia ini rasanya begitu sesak dan sempit dan tidak ada tempat yang nyaman nuntuk ditempati.
Aku Ingin Memberitahukanmu Begini Rasanya Kalau Aku Sedang Merasa Cemburu Padamu Semoga Enggkau Bisa Mengerti
Rasanya, sesak, sepi, tenang tapi galau. Lalu..? aku ingin melukaimu! tapi secara bersamaan aku ingin memelukmu. Setelah itu rasanya aku ingin berteriak di depan mukamu tapi secara bersamaan aku ingin menangis di bahumu. Rasanya aku ingin menyudahi hubungan ini tapi aku tidak bisa melepaskanmu.
Ada Kesedihan yang Begitu Mendalam Ketika Kamu Tiba-Tiba Mendiamkanku Seribu Bahasa Tanpa Alasan yang Aku Mengerti
Ketika kamu tiba-tiba mendiamiku karena tahu aku mersa cemburu, saat itu juga kesedihanku bertambah menjadi berjuta kalilipat. Marah, malu, ingin bertanya, tidak percaya tapi butuh kejelasan. Dijelaskan tapi tetap tidak percaya seperti itulah rasanya saat kamu tiba-tiba diam ketika aku mersakan cemburu
Entah Cemburu Buta dan Karena Memang Ada Sebab Rasa Cemburu Itu Sama Saja Rasanya Tak Ada Bedanya
Tidak peduli aku yang terlalu berlebihan atau memang aku melihat kamu sedang berjalan, tersenyum dan memberikan perhatian pada orang lain, rasa cemburu itu sama saja. Sama-sama sakit dan begitu menyiksa dan terus membuatku ingin marah-marah dan marah lagi. Hatiku begitu sakit ketika mendengarmu berbicara bersama orang lain. Detak jantungku bertambah cepat ketika melihatmu lewat di hadapanku. Darah ini rasanya bergerak cepat ketika aku tahu kamu tertawa dengan seseorang yang bukan diriku. Cemburu itu tidak mengenal jenis yang pasti rasanya sama-sama sakit, kecewa dan segalanya yang menyakitkan.
Namun Rasa Cemburu Itu Terasa Semakin Tajam Mengiris Hati Ketika Aku Tidak Dapat Memberitahukanmu Kalau Aku Merasa Cemburu Padamu
Ketika rasa cemburu itu datang aku sangat ingin segera memberitahukanmu, aku sangat ingin kamu tahu kalau aku tidak suka kamu melakukan hal-hal yang bisa membuatku mersaku cemburu dengan harapan kamu akan berhenti tidak melakukannya lagi. Jumlah rasa sakit itu seolah semakin bertambah meningkat tanpa bisa dihentikan saat aku tidak bisa memberitahukanmu jika aku sedang mersakan kecemburuan.
Sebenranya Aku Sangat Ingin Kamu Menenangkan Perasaanku Saat Aku Merasa Cemburu
Memberitahukanmu jika aku sedang mersa cemburu sebenarnya aku juga sangat ingin kamu menenangkan hatiku, meyakinkan hatiku bahwa kecemburuan itu tidak benar dan dihatimu hanya ada aku saja. Aku sangat ingin kamu mengatakan hal itu jika aku sedang merasakan kecemburuan.
duapah.com

Aku Masih Bernafas Meski Tanpamu, Karena Mencintai Diriku Sendiri itu Lebih Penting dari Apapun

Dia, merajut memori dalam diam. Kesunyian ini begitu memekakkan telinga. Dalam hati, mengetahui secara pasti bahwa kenangan hari ini akan menjadi satu lagi ingatan traumatis. Ia hanya diam dan aku menoleh. Bagaikan bernafas dengan bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.


Hatinya seluas samudra. Awalnya, aku jatuh cinta dengan dengkuran lembut dan detak jantungnya yang begitu hidup dan begitu dalam. Baru kusadari betul bahwa aku bukanlah satu-satunya ikan di zona neritiknya.
Aku tahu betul, sejak aku berusia 5 tahun bahwa mencuri mainan dari anak lain bukanlah hal yang terpuji. Mainan pertama yang kucuri dari temanku adalah boneka anjing yang sudah bau lembab. Aku tidak pernah mencuri mainan yang masih baru dan mengkilap. Begitu pula orang yang sekarang ini duduk di sampingku.

Entah sudah berapa banyak orang yang pernah menghirup aromanya di dalam mimpi indah yang tak berkesudahan. Entah seberapa banyak kartu As yang ia simpan untuk dirinya sendiri. Entah sudah berapa kali kakiku melangkah maju hendak menutup halaman terakhir dari kisah cinta kita.
Apakah momen krusial ini menjadikanku orang yang buruk? Apakah rasa bersalah karena tidak meninggalkannya sejak awal akan menuai cemooh orang lain? "Tidak." Jawabku samar di antara lamunannya. Aku bergegas pergi dan pulang ke rumahku sendiri. Tersenyum tipis seperti hujan gerimis di siang hari yang terik. Lebih membenci diriku yang sekarang ini, memutar kembali miliaran ingatan seperti proyektor usang yang terbengkalai.
Telepon genggam bergetar dalam saku jaketku. Sepuluh pesan masuk kudapati dari sahabatku. Tidak ada satupun pesan dari dirinya. Aku masih berharap. Pukul sebelas malam. Aku masih berharap. Tengah malam lewat lima menit. Aku masih berharap. Pukul tiga subuh, mataku belum terpejam.
Pertengkaran kami seabstrak lukisan Picasso. Aku masih mengharapkannya memecah kesunyian di tengah perang dingin ini. Berharap dia akan membuat lelucon garing khas dirinya.
Diam sejenak, aku merasa bahwa rohku mengapung di dalam kesepian yang absolut. Aku tertidur setengah jam kemudian.
Aku terbangun pukul tujuh pagi. Menatap layar handphone yang berpendar. Dua puluh pesan selama aku tertidur pulas. Semuanya dari sahabatku. Aku bergerak malas dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurku. Membaca semua pesan yang tertinggal dari para sahabatku. Seketika aku merasa lega. Aku bernafas pelan. Seumur hidupku, belum pernah diriku merasa serileks ini.
Ibuku memberiku roti tawar untuk sarapanku. Ayahku meminum secangkir kopi pahit tanpa gula. Kakak-kakakku bersenandung pelan dan menggosok gigi di wastafel. Aku termenung sembari mendengar irama hujan yang terdengar seperti ratapan. Mereka menanyakan keaadanku. Teman-temanku tidak berhenti mendengarkan celotehanku. Aku kembali ke kamarku sendiri, mengambil pena dan menulis lagu diatas kertas bergaris.
"Apa kabar?" Pesannya muncul di layar handphone. Aku tidak membacanya. Aku meneruskan tulisanku. Aku tidak pernah merasa sebersyukur itu dalam hidupku. Aku merasakan kekuatan untuk bangkit. Teman-temanku menopangku dengan nasehat dan candaan mereka yang efektif membuatku bangkit dari kesedihanku. Mereka tidak mencelaku.
Aku merasakan kekuatan untuk bangkit. Keluargaku mengisi hari-hariku. Dalam hati berjanji bahwa aku tidak akan lagi mengejar ilusi. Aku merasakan kekuatan untuk bangkit. Lirik demi lirik yang kutulis, akord dari laguku yang kususun melalui gitar akustikku yang berusia 6 tahun. Seniman hebat yang menginspirasi diriku melalui karya mereka.
Aku masih bernafas.
Aku masih bernafas.
Aku masih bernafas.
Mungkin memang tidak semua cerita cinta berakhir bahagia. Sejak awal aku tidak pernah ingin tahu apa yang terjadi di novel The Notebook. Mungkin memang tidak semua cerita cinta berakhir tragis. Tirai tidak pernah menutup di dunia nyata. Dengan kekuatanku yang baru, aku bergegas menyisir rambutku dan memakai setelan terbaikku.
Kami pernah saling mencintai. Kami pernah mengalahkan dunia bersama-sama seperti dalam film superhero. Rasa benciku kepadanya sebesar rasa cintaku kepadanya. Namun apa yang bergerak pergi tak bisa kita dihindari.
Aku belajar bahwa mencintai diri sendiri dan mencintai apa yang kita miliki jauh lebih penting dibandingkan menginginkan bintang yang terlalu jauh untuk diraih. Aku belajar bahwa kesalahanku tidak menjadikanku orang yang buruk. Aku belajar bahwa hati manusia tidak akan pernah terlalu besar untuk memaafkan. Aku belajar bahwa kita tidak akan bebas dari masalah hidup. Dengan mantap, aku mengambil langkah kecil namun pasti.
Aku masih bernafas.
idntimes.com

Atas Nama Ketidakberdayaan, Kita yang Tak Seiman Harus Saling Melepaskan Genggaman

Aku tidak tahu sejak kapan keresahan itu melanda jiwa kita. Jarum jam yang melaju kita lewati dengan langkah yang ragu-ragu. Ada semacam rasa khawatir luar biasa yang tak kunjung reda di dalam dada: Perbedaan kita, mampukah kita buat tiada?
Kita sama-sama tahu, bahwa saat ini kita hanya menjalani kebersamaan semu yang terlalu rapuh. Sebab, suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan sampai di persimpangan yang memaksa kita untuk mengambil jalan yang berlainan. Bukan berdampingan. Sebab, dalam perbedaan kita, terkandung janin perpisahan yang bisa lahir kapan saja tanpa kita bisa menolaknya.
Harusnya kita bersyukur atas pertemuan ini. Tapi mengapa Tuhan menuliskan takdir dengan akhir yang getir?
Aku takut. Kamu juga kalut. Kita mendadak menjadi manusia yang pengecut. Masing-masing dari kita mulai menyalahkan pertemuan yang menciptakan cinta dan luka dalam satu paket yang sama. Tapi, bukankah menyalahkan pertemuan berarti juga menyalahkan Tuhan? Dan itu bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan oleh manusia seperti kita.
Justru seharusnya kita bersyukur atas pertemuan yang telah diciptakan oleh tangan yang Maha Kuasa. Sebab pertemuan kita telah merajut hal-hal indah yang kelak akan kita kenang dengan senyuman. Meski begitu, barangkali tetap ada hal yang sangat disesalkan: Mengapa Tuhan juga menuliskan takdir dengan akhir yang getir?
Kata mereka “Amour Vincit Omnia”. Bahwa cinta mengalahkan segalanya. Tetapi bagi kita, cinta begitu tak berdaya ketikas berhadapan dengan satu kenyataan Tuhanku dan Tuhanmu berbeda.
Kita mengerti tidak ada pertemuan yang berjalan abadi tanpa ada perpisahan yang kelak terjadi. Mungkin, bukan kehendak Tuhan untuk mempersatukan setelah mempertemukan. Dan kita yang tak punya daya tak lagi bisa berbuat apa-apa selain dengan tega membunuh cinta atas nama ketidakberdayaan jiwa.
Mungkin yang mereka katakan itu benar adanya. Cinta yang terpaut perbedaan iman adalah sebuah ujian.
Sejak awal, kitalah yang terlalu egois. Memaksakan diri untuk saling menautkan hati meski kita tahu ada batas yang tidak akan mampu kita lalui. Lantas atas nama perasaan yang berbunga-bunga kita berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Hingga kita sampai pada waktu di mana kita sadar, bahwa kita tidak bisa selamanya menipu diri. Bahwa kita butuh kepastian.
Kita yang terlanjur berbeda akan membawa cinta ini kemana? Aku yang berlari menujumu, atau kamu yang mengikutiku? Walau bagaimanapun juga, kebersamaan kita terlalu rapuh. Tetapi kita belum siap untuk menjauh.
Jika kita mau jujur, cinta yang kita coba pertahankan tak kan sebanding dengan cinta yang Tuhan kita berikan. Mungkin benar apa yang mereka katakan, bahwa cinta yang terpaut perbedaan iman adalah sebuah ujian apakah kita lebih mencintai Tuhan atau justru berbalik meninggalkan.

idntimes.com

Ikhlas Cintamu Meyakinkanku, Bahwa Jarak antara Kita Berdua Ini Pasti akan Terhapus

Sore ini cerah, secerah saat kita berdua dipertemukan setelah dua semester kita diuji jarak. Bus sekolah kuning pucat yang gagah ini, dengan para penumpangnya yang terlelap nyenyak, atau sibuk dengan ponselnya, mendengarkan lantunan musik lewat sepasang earphone-nya dan juga sepasang muda yang girang bercengkrama tentang kemudaan, selalu senantiasa mengantarkanku ke kampus gudang ilmu. 


Semua menjadi pemandangan rutin dalam sekotak kendaraan beroda 4 ini. Aku yang berdiri tepat di pintu bus, hanya mampu menikmati biru langit dengan vertikal hijaunya jejeran pohon rindang lewat kaca jendela yang mengernyit saat melewati jalanan yang ‘tak rata. Sinar matahari senja yang berani menerobos kaca-kaca bening ini, menyapa wajah lelahku, membuatku menutup mata sejenak, membiarkan ia menghangatkanku.



Dalam pejam netra sekejapku, sosokmu kembali muncul. Suara tawa ringanmu saat itu, tatapan tajam sepasang bola matamu dan lambaian tangan itu, semua mengacaukan batas antara kenangan dan kenyataan. Menguatkan dan melemahkan dalam satu saat yang bersamaan.

Saat dimana aku merasa punya segalanya namun aku berupaya beranjak menjauh dari itu semua. Saat dimana aku ingin menolak apa yang selama ini aku panjat doakan. Berat langkah kakiku menuju. Berat tatapan mataku beralih adu. Hingga basah terasa di ujung mata sayu, menyadarkanku bahwa aku telah ‘tak lagi di situasi itu.
Garis cakrawala samar terlihat mencoba melawan lekuk menawan siluet pemandangan senja sore di langit negara matahari terbit ini. Jauh kumelihat di balik tipis pembatas dunia itu, “Sedang apa kau disana?” Tanyaku lirih.
Liku labirin waktu dan jalan terjal telah kita lalui. Suka senang, gelak tawa, rindu kepercayaan, saling dukung dan topang, canda tingkah polah laiknya bocah, amarah, dendam, cemburu, curiga, selingkuh, khianat, diam, hilang perhatian, lupa janji jenuh akan diri masing masing, semua kita cicipi, kita rasai. Merusak dan saling memperbaiki. Terputus lagi dan saling menyambung diri. Menghilang dan saling menemukan. Melemah dan saling menguatkan. Meninggalkan dan saling menantikan.
Tanpa sadar, kubelajar akan makna kesetiaan yang selama ini aku ‘tak tahu menahu indahnya itu, semua darimu. Meski melibatkan banyak kaummu dan kaumku sebagai peran penting di setiap sekuel lembar cerita roman kita. Darimu, aku belajar menghargai sesuatu yang ‘tak bernilai menjadi sesuatu yang tak ternilai.
Setiba di halaman sekolah, kuambil sepedaku yang tangguh, ku kayuh ia mengantarku pulang ke peraduan. Kini ku bisa merasakan asli sepoi angin senja hari. Sambil mendengarkan lagu kesukaan kita, kembali kunikmati sosokmu yang ‘tak lebih dari bayangan semu.
Silau cahaya senja dengan lugas menerpa semua bagian tubuhku, memaksaku untuk sedikit menyipitkan sepasang mata kecil ini, ah…semua ini terlalu indah kulalui tanpamu, gumamku. Sempat terpikir andai bisa kucuil senja yang romantis ini, kubungkus dan ku bawa terbang untuk kupersembahkan padamu. Hingga bisa menciptakan bayang sosok kita berdua.

Wajah-wajah pribumi mengisi pemandangan sepanjang jalan kembaliku. Segala gurat garis di paras mereka, menyadarkanku bahwa kini ku ‘tak lagi membutuhkan cermin waktu untuk ku mengetahui pantulan usia dan beda dalam setiap jiwa yang hidup. Mengingatkanku, bahwa ‘tak lama lagi angka usia ini bergeser.
Dan untuk kedua kalinya, akan kulewati tanpamu, di sini. Meski kutahu kita saling meluangkan waktu di satu malam, untuk menyebut nama masing-masing dalam lantunan doa yang seakan menghapus jarak samudera liar di sana.
Kasih, tahukah kau? Ikhlas cintamu yang ‘tak berkemas indah dan menawan, namun rasa tunggal itu telah selalu menghantarku sebatang kara ke negeri sebrang ini. Meyakinkanku, bahwa sederhana rasa kita memegahkan segala usaha jerih payah. Memantapkanku, bahwa jauh jarak ini terasa terhapus berkat gigih perjuanganmu merangkulku dengan keanggunan tingkah laku kelelakianmu.
‘Tak seperti Chairil yang mengurungkan niat ungkapkan rasa saat ia jatuh cinta pada Sri Ayati di masa mudanya, kepribadianmu yang latif nan lembut dalam memperlakukan ku sebagai perempuan terindah, membuatku merasa sangat beruntung dilahirkan sebagai kaumku, dan Sri Ayati ‘tak seberuntung aku di masanya.

Ujian bertubi ‘tak lelah berhenti, menerpa niat istiqamah ini. Namun yakin diri berikrar, cambuk ruang dan waktu ini menguatkan semua yang rapuh dan ragu. Memondasi dan saling memperbaiki. Meniang kokoh dan saling mempercayai. Menembok rapat dan saling menjagai. Mencipta atap dan saling melindungi.
Kasih, tunggu aku di situ. Kelak ku akan kembali ke rangkul hangatmu dan gores seribu kisah anyar nan apik di tiap lembar perkamen roman kita, dan hanya kita. Cengkrama deretan huruf berjejer kita, bak rantai yang menembus bingkai jarak, erat saling mencengkram, ‘tak berjarak ‘tak berputus.

idntimes.com

Jangan Diam Terus, Ini Saatnya Kamu Mencari Jodoh!

Semua orang pasti memahami arti ‘cinta’. Karena cinta adalah satu kata yang tidak pernah lepas terpikirkan, tidak pernah absen dalam perbincangan. Tidak juga datang dan pergi dengan peringatan. Ungkapan “Jodoh di tangan Tuhan” itu memang benar adanya. Karena takdir kita sudah ada yang mengatur. Dengan siapa kelak kita akan hidup bersama sudah digariskan oleh sang Maha Kuasa. Tapi meski pun kita percaya bahwa jodoh kita ada yang menentukan, bukan lantas kita hanya pasrah dan menunggunya.  


Tidak, tidak seperti itu, Itu namanya kita tidak mau berusaha. Jodoh itu bukan untuk ditunggu, tapi ditemukan. Siapa yang menemukannya? Tentu saja mereka yang telah berusaha mencarinya.



Apa itu Mencari?
Mencari, tidak berarti kamu harus berlarian untuk menemukannya. Yang dimaksud dengan mencari di sini ialah memperbaiki dirimu. Mencari di mana yang harus diperbaiki dalam dirimu. Entah itu sikap atau keimanan. Karena apa yang kamu lakukan pada dirimu sendiri itu berarti kamu sedang mempersiapkan seperti apa calon yang ingin kamu temukan. Karena apa yang akan kamu dapatkan akan setimpal dengan apa yang kamu telah kamu usahakan. Bukan kah usaha keras tidak akan pernah membohongi?

So, tidak usah terburu-buru untuk segera menikah. Jodoh itu datang seiring dengan siapnya dirimu. Siapkan dirimu sebaik mungkin untuk jodoh yang baik pula. Semangat!

popbela.com

Cobalah Jadi Aku, Dan Ketahuilah Ada Rasa Yang Sama Seperti Beratnya Menunggu

Untukmu yang masih menunggu dengan penuh kesabaran, semoga Allah memberikan yang terbaik atas segala pengorbananmu. Usahamu untuk terus memantaskan diri, menjaga hijab, dan memperkokoh keimanan membuatku semakin yakin kamu adalah takdirku. Walau sejujurnya, mungkin diri ini masih belum pantas untuk menjadi imammu. Tapi aku terus berusaha untuk itu, untukmu, untuk kita. 


Aku memahami setiap air mata yang akau teteskan, entah kenapa begitu amat pedih yang aku rasakan. Sampai saat ini menjadi seorang pria yang penuh dengan kegagalan, mungkin tidak layak untuk diperjuangkan seperti ini. Aku yang masih berusaha bangkit dari titik nol, berusaha tidak menghiraukan apa kata orang. Karena hanya diriku yang tau apa yang harus dituju, berserta seriko yang harus dihadapi.


Kuliahku terbengkalai dan bisnisku hampir hancur, adalah salah satu harga yang harus aku bayar untuk itu. Dengan keadaanku seperti ini, apakah kau masih bersedia untuk menungguku. Menunggu pria yang entah akan seperti apa hidupnya. Tapi yang pasti, tugasku adalah memastikanmu hidup bahagia. Tidak akan ada lagi air mata yang menetes dengan senyum simpul yang selalu mengembang.

Kita yang disibukan dengan kegiatan masing-masing, bersyukurlah karena Allah masih menjaga diri dan hati kita. Walau sejujurnya, rindu ini tidak bisa aku tahan karena ingin bertemu dengan pemiliknya. Tapi apa daya, aku yang hanya bisa menyebutmu dalam doa. Semoga bisa secepatnya datang kerumahmu untuk bertemu dengan ayah dan ibumu.
Kau tidak harus tau bagaimana beratnya  memperjuangkanmu, yang kau harus tau adalah aku disini mencitaimu. Walau bibir ini tidak pernah bicara begitu, tapi aku yakin hatimu tau apa yang sedang aku rasakan. Dan semoga seperti itu.

Sugguh tidak nyaman, berjuang sendirian dengan banyak tekanan. Tapi ini lebih baik, daripada ada penyesalan di saat tua nanti. Ini pilihanku pada waktu itu, sama halnya dengan aku memilihmu dan bertahan sampi sekarang. Aku yakin bisa melalui ini dengan cepat, semoga waktu memberi kesempatan untuk kita bisa bersatu. Semoga perjuangan kita tidak sia-sia, memperjuangkan sesuatu yang seperti tidak ada. Padahal nyata.
jomloo.com

Sekuat Apapun Godaan untuk Mendua, Ingatlah Selingkuh Itu Luka

Menjalin sebuah hubungan kadang ada saja godaannya. Terlebih ketika cinta yang dibangun makin pudar dan goyah, godaan untuk mendua atau pindah ke lain hati bisa sangat kuat. Apalagi jika pada saat yang bersamaan kamu sudah menemukan orang lain yang bisa memberi kenyamanan lebih, sungguh godaan untuk selingkuh itu makin kuat. 


Agar tak tergoda untuk selingkuh, ada sejumlah hal penting yang perlu kamu pahami. Bagaimana pun, selingkuh itu hanya akan meninggalkan luka. Dan bekas luka itu kadang selamanya tak akan pernah sembuh.


Saat Kamu Selingkuh, Akan Ada Banyak Orang yang Tersakiti
Tak hanya hati orang yang kamu selingkuhi saja yang terluka. Orang-orang di sekitarnya yang tadinya sudah memberi restu hubunganmu juga akan merasa terkhianati. Kamu akan merusak rasa percaya yang sudah diberikan oleh mereka. Kenyamanan dan kedamaian yang sudah dibangun dari awal pun akan runtuh detik itu juga.
Dia yang Jadi Selingkuhanmu Juga Punya Hati
Tegakah kamu membuat dia yang jadi selingkuhanmu hancur hidupnya gara-gara dirimu? Tak hanya pihak yang diselingkuhi yang akan terluka. Ia yang jadi selingkuhanmu bisa jadi bahan gunjingan dan rusak nama baiknya. Jangan sampai hanya karena ingin melampiaskan kekecewaan pada pasanganmu yang sekarang, kamu menjadikan orang lain sebagai sandaran lalu mengkambing hitamkannya.
Luka yang Ditimbulkan karena Perselingkuhan Susah untuk Disembuhkan
Ada perasaan terkhianati, terluka, dan tersisihkan dalam sebuah perselingkuhan. Lukanya pun akan sangat susah untuk disembuhkan. Sekalipun luka itu akan mengering, tetap saja bekasnya akan meninggalkan rasa pedih di hati. Jadi coba pikirkan dampak jangka panjangnya ketika godaan untuk selingkuh itu datang.
Rasa Penyesalan Bisa Menghantuimu Seumur Hidupmu
Rasa bersalah dan menyesal karena perselingkuhan yang kamu lakukan bisa terus menghantuimu seumur hidupmu. Sekalipun nantinya dia sudah memaafkanmu, tapi akan ada rasa bersalah yang masih akan menggelayuti hidupmu. Kamu jadi susah untuk memaafkan dirimu sendiri sehingga hidupmu jadi kurang tenang. Tak mau kan nantinya kamu menghabiskan sisa hidupmu dalam penyesalan karena sebuah keteledoran dalam hubungan?
Perselingkuhan hanya akan meninggalkan luka, apapun alasannya. Semoga hubungan yang kamu jalin saat ini bisa terus kamu jaga, ya Ladies. Kalau ada masalah atau badai menghadang, semoga selalu ada jalan terbuka untuk melewatinya.
Vemale.com

Aku Hanya Ingin Kepastian, Adakah Namaku Dalam Rencana Masa Depanmu

Jangan pernah mengatakan kata cinta, jika kau sendiri tidak bisa untuk setia. jangan pernah memberi perhatian lebih, karena hati wanita sangat mudah untuk jatuh cinta. dan jika hati wanita suda terlanjur jatuh dalam cinta, apa yang bisa dilakukan selain setia.


Aku hanya ingin kepastian darimu, jika tidak bermaksud untuk menghalalkan lebih baik kau ikhlaskan. Jangan sampai aku terlanjur setia dan menunggu orang yang salah. Karena setia kepada seseorang yang tidak mengharapkan kita untuk hidup bersama itu sungguh sangat sakit.


Adakah namaku dalam rencana masa depanmu dan setiap doa-doa yang kau panjatkan. Apa yang sudah kau persiapkan untuk bisa datang kerumahku dan memintaku pada kedua orang tuaku. Aku memang tidak meminta lebih darimu, hanya tanggung jawab dan keseriusan yang aku harap ada padamu.
Jangan pernah main-main dengan hati, karna jika sudah terlanjur terluka maka ia akan sulit untuk sembuh kembali. Karena rasa itu tidak pernah tumbuh dengan sendirinya, ia tubuh bersama kepercayaan dan kesungguhan. Dan sangat mudah sekali layu oleh kekecewaan dan penghianatan. Semoga itu tidak ada padamu, dan kesungguhanmu yang sekarang sedang aku tunggu.

Jika sekarang kau masih belum yakin, coba periksa kembali di dalam hatimu. Apakah namaku terukir jelas di sana atau ada seseorang yang sedang kau harapkan. Dan aku hanya jadi tempat pelarian dari semu rindu dan kegundahan hatimu. Bersikapkah sebagai seorang pria yang memiliki ketegasan dan keyakinan dalam memilih. Agar aku tidak berharap lebih padamu.

Berikan aku kepastian dari sikapmu, beri aku jawaban dari semua tanya yang aku tujukan padamu. Jika benar kau mencintaiku, seharnya kau tau apa yang seharusnya kau lakukan. Karena wanita hanya butuh kepastian.

jomlo.com

Yang Tampan Memang Menawan Tapi yang Setia Itu Idaman

Mungkin banyak pria yang mendekatimu. Banyak yang ingin mengajakmu ke pelaminan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Bahkan yang berparas tampan pun ada. Tapi mencari yang setia itu butuh pertimbangan sendiri. 


Yang tampan memang menawan tapi yang setia itu idaman dan membawa ketenangan. Lalu, kamu bertanya-tanya memangnya pria yang setia itu yang seperti apa? Ciri-ciri pria yang setia itu bisa beragam. Tergantung dari kepribadian dan karakternya masing-masing. Tapi secara umum pria yang setia itu akan memiliki ciri-ciri ini, Ladies.



Tak Pernah Mengingkari Janji yang Dibuatnya Sendiri
Setiap kali ia membuat janji pasti selalu ditepati. Tak pernah sembarangan ia membuat janji. Kalaupun ia tak bisa menepati janji karena hal penting atau sesuatu yang mendesak, ia akan menjelaskannya langsung. Dan ia akan berusaha untuk mengganti janji itu dengan yang lain.
Selalu Menjaga Pandangannya
Coba deh perhatikan sikapnya saat sedang berjalan denganmu di tempat umum. Apakah ia suka melirik wanita lain? Atau malah terang-terangan menggoda wanita lain? Pria yang setia akan selalu menjaga pandangannya. Ia tak akan sembrono melirik wanita lain atau menggoda yang lain.
Dia Selalu Berusaha Ada Saat Kamu Membutuhkannya
Setiap kali kamu membutuhkannya, ia akan selalu ada untukmu. Ia selalu punya waktu untukmu. Tak pernah sekalipun ia membuat alasan atau mengecewakanmu. Dia selalu berusaha untuk jadi orang pertama yang kamu ajak bicara saat kamu sedang ada masalah.
Emosi dan Ego Selalu Ia Jaga dalam Kondisi Apapun
Setiap pria punya ego. Pun, ia juga pastinya memiliki emosi. Hanya saja kemampuannya menjaga emosi dan ego itulah jadi tolak ukurmu untuk menilai kesetiaannya. Pria yang setia akan selalu menjaga hati wanita yang dicintainya. Jadi, ia tak gampang marah atau meledak-ledak saat ada masalah.
Menghormati dan Menyayangi Keluarga
Kebaikan hati seorang pria bisa dilihat dari caranya menghormati dan menyayangi keluarganya. Coba perhatikan caranya memperlakukan ibu dan orang-orang terdekatnya. Kalau ia bisa menempatkan diri dengan baik di tengah keluarga, maka ia memang punya potensi memiliki hati yang setia.
What do you think about it, Ladies?Menurutmu pria yang setia itu yang seperti apa?
Saat memilih pasangan hidup, kita juga perlu mengenali sifat dan kepribadiannya. Karena pria berkepribadian baik adalah idaman yang bisa memberi kita kebahagiaan juga kenyamanan.

vemale.com

Seburuk Apapun Tingkah Lelaki, Mereka Tidak Akan Pernah Rela Wanitanya Jadi Bahan Tontonan Laki-Laki Lain

Semua laki-laki itu sama kalau soal urusan wanita yang dicintainya, yakni tidak ingin wanita yang dicintainya menjadi bahan tontonan orang lain. Mereka tidak akan mengatur atau membatasi pakaian apa yang harus ditutupinya namun yang pasti mereka tidak ingin wanitanya menjadi bahan tontonan laki-laaki yang lain. 


Tidak peduli kelakuannya yang sesungguhnya diluar sana baik atau buruk, mereka sama-sama menginginkan yang terbaik untuk wanita yang dicintaainya.



Laki-Laki Mungkin Bakalan Suka Melihat Wanita Lain Berpakaian Seksi Tapi Dia Tidak Akan Suka Wanitanya Dilihat Laki-Laki Lain
Pacarmu mungkin bakalan suka melihat wanita berpakaian seksi, namun dia bakalan sangat tidak suka kamu berpakaian seksi. Karena dia tau kalau kamu berpakaian seksi di tempat umum, kamu bakalan menjadi bahan tontonan laki-laki yang lain, yang bakalan mengundang mereka untuk memberikan komentar aneh-aneh sama kamu *Ngerti maksudnya kan?? 😀

Kalau Dia Melarangmu Menggunakan Pakaian Terbuka Itu Bukan Berarti Dia Tidak Suka Hanya Saja Dia Lebih Suka Melihatnya Sendirian
Jangan berburuk sangka atau berpir aneh-aneh dulu ketika dia melarangmu berpakaian yang terbua. Dia bukannya tidak suka melihat kamu yang seperti itu namun dia tidak ingin melihat kamu dalam keadaan seperti itu di depan umum, kalau lagi berduan pastilah seneg banget lihatnya. 😀

Bukannya Mau Mengatur Cara Berpakaianmu Namun Dia Tau Apa Yang Akan Dipikirkan Laki-Laki Lain Tentangmu
Bukannya dia ingin mengatur-ngatur cara berpakaianmu hanya saja dia tau apa yang akan orang lain pikirkan ketika melihat dirimu saat berpakaian yang terbuka. Pacarmu mungkin tidak akan menjelaskan secara mendetail alasan mereka melarangnya karena mereka tau kalau itu terlalu tidak enak untuk dibicarakan secara terbuka. Jadi ikutin saja apa yang dimauinya dia tidak sedang mengatur-ngatur kamu.
Melarangmu Berpakaian Seksi Di Tempat Adalah Caranya Paling Sederhana Yang Bisa Dilakukannya Untuk Melindungimu
Melarangmu berpakaian seksi di tempat umum bisa jadi merupakan salah satu bentuk perhatiannya padamu dan salah satu caranya untuk melindungimu dari kejahatan yang tidak terduga. Termasuk kejahatan dia sendiri untuk tergoda akan keseksianmu. Kamu kan gak pernah tau kalau seseorang itu bakalan bisa berubah begitu melihat sesuatu yang menggoga.

Gak Perlu Pacaran Sama Pria Baik, Pria Yang Buruk Tingkah Lakunya Juga Bakalan Melakukan Hal Yang Sama
Gak cuma yang pacaran sama pria yang baik kelakuannya saja, pacaran sama pria yang buruk tingkah lakunya sekalipun kamu juga bakalan diminta untuk menggunakan pakaian yang lebih sopan ketika akan jalan bersama. Karena pria yang buruk sekalipun gak bakan suka kalau wanitanya jadi bahan leluconan orang banyak.
duapah.com

Materi Bisa Dicari, Fisik Bisa Kesalon Tapi Hati Yang Tulus Susah Di Dapatkan

tertarik pada kesempurnaan fisik tapi jangan sampai kamu terbuai akan keindahan dan kesempurnaannya saja. Jika ingain mencari pasangan yang memiliki fisik yang sempurna cari juga yang memiliki ketulusan. 


Karena yang fisiknya sempurna sudah pasti akan menggoda mata, tapi jangan sampai kamu terlena lalu lupa bahwa kamu butuh seseorang yang tulus mencintaimu bukan mulus memelaratkan dirimu.



Jangan Gampang Tergoda Sama Yang Berdompet Tebal, Karena Dia Yang Gak Punya Apa-Apa Sekarang Bisa Jadi Lebih Kaya
Buat kamu yang lagi cari pasangan jangan gampang dengan seseorang yang berdompet tebal. Karena yang kaya bisa miskin, sementara yang miskin atau tidak punya apa-apa bisa kaya juga dan yang pasti tidak akan menjadi lebih miskin.

Jangan Meremehkan Dia Yang Gak Punya Apa-Apa Tapi Naksir Sama Kamu. Kamu Tidak Tau Dia Yang Kamu Remehkan Sekarng Bisa Saja Akan Kamu Kagum-Kagumi Kelak

Haya karena dia tidak memiliki apa-apa lalu kamu tolak begitu saja tanpa mempertimbangkan ketulusannya. Ingatlah dia yang sekarang tidak memiliki apa-apa tapi berani menyatakan perasaan sama kamu bisa saja menjadi orang yang sangat luar biasa setelah kamu tolak.
Kelak jangan menyesal bila melihat orang yang kamu tolak karena tidak punya apa-apa ternyata lebih sukses dari orang yang kamu sukai dan bahkan dari dirimu sendiri.
Cari Pasangan Jangan Cari Yang Mulus Aja Karena Fisik Bisa Mulus Kapan Saja Kalau Dibawa Kesalon Sama Kedokter
Dan juga jangan terpaku pada type pasangan yang fisiknya tampak mulus, karena mereka yang mulus pasti sudah sering kesalon dan perawatan, biayanya tidak murah. Mereka yang tulus tapi tidak mulu bisa dibikin mulus kalau perawatan. Carilah yang tulus mencintaimu lalu ubahlah menjadi mulus seperti maumu seolama itu tidak menyakiti dia.
Carilah Yang Tulus Mencintaimu Karena Kamu Butuh Yang Tulus Mencintaimu Bukan Yang Bersamamu Karena Ingin Fulus
Kamu butuh pendaping hidup yang tulus mencintaimu apa adanya, yang akan mau menerima kamu apa danya dalam keadaan apapun dan berjuang bersama-sama. Kamu tidak butuh pasangan yang bersamamu karena ingin fulusmu. Karena saat fulusmu habis dia akan meloloskan diri darimu.
Jangan Menukar Yang Tulus Sama Yang Mulus, Karena Mulus Bisa Berubah Tapi Tulus Tak Akan Merubah
Kalau sudah ada yang tulus mencintaiu jangan menyia-nyiakannya, jangan menukar yang tulus dengan yang mulus. Karena yang tulus akan membiarkan dirimu menjadi dirimu dan melakukan hal-hal menyenagkan seperti keinginanmu, sementara yang mulus akan sibuk memintamu untuk setara dengan kemulusannya agar kamu tidak dikira sebagai pembantunya.
Yang Mulus Bisa Dengan Gampangnya Kamu Temukan Dimana Saja Tapi Yang Tulus Sulit Untuk Kamu Temukan
Kamu bisa menemuakan yang mulus diamana saja, melihatnya disegala tempat karena yang mulus pasti suka pamer kalau gak pamer gak kelihatan kalau mulus dunk, bercanda kok.
Tapi tidak dengan mereka yang punya hati tulus mencintaimu, mereka yang tulus mencintaimu tidak mudah untuk kamu temukan seperti kamu dengan mudahnya menemukan yang mulus.
Meski Begitu Ada Yang Mulus Tapi Punya Hati Tulus, Karena Tulus Dan Mulus Bisa Menjadi Miliknya Siapa Saja
Tulus itu bukan miliknya yang tidak mulus saja, tulus itu bisa menjadi miliknya siapa saja. Tulus sama mulus itu beda tipis kamu harus panda-pandai sendiri membedakan mana yang tulus mencintaimu mana yang modus mendekati dirimu.
duapah.com

Kalau Cari Pacar Gak Usah Yang Cakep-Cakep, Kalau Udah Jadi Mantan Entar Juga Bakalan Dijelek-Jelekin

Anak muda zaman sekarang kalau mau pacaran gak mau kalau sama yang tampangnya pas-pasan, pokoknya jadi pemilih banget, pengennya pacaran sama yang memiliki paras cantik kalau perluk bak artis.


Yang cowok pengennya pacaran sama cewek cantik putih mulus dan seksi (kayak lirik lagu ya?? ), sementara yang cewek pengennya sama yang ganteng, tinggi, tubuhnya atletis kalau bisa sekalian yang kaya. Dapat yang kayak gitu bahagianya banget pokonya, asik buat dipamerin sana-sini dan udah siap ngerencanain masa depan bersama.



Coba giliran gak jadi nikah karena putus sebab seribu alasan, pasti bakalan langsung dijelek-jelekin. Apalagi kalau putusnya itu karena salash satu pihak memang ada yang berengsek. Pasti deh langsung menjadi-jadi ngata-ngatainnya, serta ngejelek-jelekinnya sama temen-temannya yang lain.

Pas Jadian Dipuja-Puja Sebaik-Baiknya Pujian, Pas Putus Dijelek-Jelekin Sejelek-Jeleknya
www-dramabeans-com

Mau sesempurna apapun bentuk fisiknya dan sesempurna apapun kepribadiannya kalau diputusinya karena sepihak tetep aja jelek semuanya.Yang dulunya dipuja-puja dan disanjung-sanjung pasti bakalan dijelek-jelekin pada akhirnya kalau hubungannya putus.

Ada Dua Alasan Mengapa Kalau Udah Jadi Mantan Bakalan Dijelek-Jelekin. Kalau Bukan Karena Sakit Hati Pasti Karena Menyesal

Sebenarnya bisa ditebak mengapa ketika putus mantannya dijelek-jelekin. Kalau bukan karena menyesal karena diputusin setelah ketahuan berengseknya pasti karena alasan sakit hati karena sudah dipermainkan.

Kalau Cowok Sih Gak Terlalu Parah Tapi Kalau Cewek Parah Banget. Tapi Sama-Sama Ampuh Bikin Simantan Jelek Dihadapan Banyak Orang

Cowok itu enggak kayak cewek, maksudnya gak banyak omong, kalau cewek akui deh kalau memang banyak omongnya (Maaf ya Cewek ) . Cuma bicara ampuh bikin simantan jelek dihadapan banyak orang itu sama mau cowok atau pun cewek, mau banyak bicara ataupun sedikit bicara.

Kan Percuma Aja Nyari Pacar Yang Cakep Kalau Pada Akhirnya Dijelek-Jelekin, Semua Balik Pada Dirimu Sendiri

Semua akan percuma pada waktunya dan akan kembali pada dirimu sendiri kalau kamu pacaran sama seseorang lalu ketika menjadi mantan kamu jelek-jelekin semau-maunya kamu. Kamu bisa saja dianggap jelek atau sama buruknya sama seperti mantanmu. Hanya saja karena sudah bosan makanya kalian berpisah.

Sudah Biasa Kalau Putus Bakalan Dijelek-Jelekin, Jadinya Antara Yang Dijelek-Jelekin Sama Yang Jelek-Jelekin Sama Saja

Sudah biasa dalam pacaran ketika putus bakalan dijelek-jelekin pada waktunya. Pada akhirnya semua orang dengan sendirinya bakalan menganggap antara yang jelek-jelekin sama yang dijelek-jelekin sama saja. Siapa yang memang benar-benar buruk dan siapa yang tidak orang bakalan tidak akan peduli.
duapah.com

Akhirnya Aku Cukup Kuat Untuk Pergi, Setelah Aku Menyadari Aku Bukanlah Rumahmu

Seseorang bisa sangat menyakitimu, dan yang kamu lakukan hanya menulis tentangnya untuk membunuh rasa sakit itu. Menyedihkan, bukan?


Malam ini ditemani gerimis, aku berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menceritakan tentang kamu. Sayangnya, aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Tidak ada satu kata pun yang muncul dan dirasa tepat untuk mendeskripsikan kamu, mendeskripsikan kita. Aku juga mencoba untuk menceritakan kisahku—hari paling bahagiaku—bersama kamu, tapi yang aku rasakan malah sakit hati yang makin menjadi-jadi.


Kamu menggenggam tanganku hari itu, dengan bodohnya aku membiarkan itu terjadi. Pikiran itu menghantui aku setiap harinya. Sebut aku ketinggalan jaman, tapi mungkin aku bukan gadis ‘masa kini’, dimana memegang tangan lawan jenis adalah hal biasa. Aku benci tanganku dipegang, tapi aku membiarkan kamu menggenggam tanganku hari itu, dan aku masih bisa merasakan genggaman kamu sampai detik ini. Aku tidak menolak, karena jujur ketika kamu memegangnya, rasanya aku seperti kembali pulang ke rumah yang selama ini aku cari.

Tujuan aku mencari kata-kata itu sederhana, aku ingin menulis tentang kamu. Aku ingin mengabadikan kamu, karena aku dan kamu tidak abadi. Aku bisa menganggap kamu sebagai rumahku, tapi sayangnya aku mungkin bukan rumahmu, dan tidak akan pernah menjadi rumahmu.

 Aku mungkin salah menjatuhkan hati, tapi aku sudah terlanjur jatuh sejatuh-jatuhnya.

Aku tahu betul kalau kita tidak bisa memilih pada siapa kita bisa menjatuhkan hati, walau tak jarang aku membenci diriku sendiri untuk menjadi begitu bodoh dan buta akibat memiliki perasaan ini kepada kamu. Tapi aku bersyukur, teramat sangat bersyukur. Sejak pertama kali kamu datang singgah ke hidupku, aku tahu aku tidak akan pernah bisa berhenti bersyukur akan adanya kamu.

Kamu bukan pria paling ganteng di kota ini, kamu bukan juga pria paling ganteng menuruku. Kamu bukan atlit profesional. Kamu bukan laki-laki paling pintar di sekolah. Kamu bukan anak band yang keren. Tapi kamu adalah kamu, dan kamu spesial sekali sebagaimana adanya kamu. Kamu yang rendah hati, kamu yang ramah dan perhatian pada semua orang. Kamu yang selalu aku banggakan pada teman-temanku.

Kamu merupakan tempatku berbagi mimpi-mimpiku, kamu membantuku membangkitkan mimpi-mimpiku. Kamu mampu membuat segala mimpi anehku terasa mungkin, terasa nyata, terasa dekat. Kamu yang mau aku ajak pergi berkelana jauh ke dunia khayalku, tanpa pernah berkata lelah dan minta pulang kembali ke realita. Aku tahu kamu tidak mengerti dunia itu, tapi kamu tidak pernah memaksa aku keluar dari dunia itu. Kamu bahkan tidak menolak untuk bergabung.

Sayangnya, aku akhirnya menyadari bahwa kamu tidak pernah membagi duniamu dengan aku. Aku akhirnya menyadari bahwa aku bukanlah rumahmu. Kamu tidak pernah yakin denganku, dan aku baru menyadari itu ketika kamu bilang kamu tidak tahu dan tidak yakin tentang perasaanmu kepadaku.

Boleh aku marah? Karena aku ingin marah. Aku juga tidak tahu perasaan ini apa, apa ini benar-benar suka? Benar-benar sayang? Aku juga tidak tahu. Siapa orang di dunia ini yang bisa mendeskripsikan perasaan-perasaan itu? Tapi yang aku tahu yang aku rasakan ini nyata, aku benar-benar jatuh hati, dan kadang hal-hal seperti itu tidak perlu dimengerti untuk jadi nyata. Ia cukup dirasakan dan diyakini bahwa ia nyata.
 Aku tidak bisa terus berjalan denganmu diatas keraguanmu. Karena alasan itulah, mungkin aku memutuskan berjalan mundur, dan pergi.

Percayalah bahwa aku butuh keberanian yang amat sangat untuk pada akhirnya melakukan ini. Aku tidak pernah ingin menyerah pada kamu, pada kita, tapi aku tidak mungkin terus menjadi satu-satunya yang terus berusaha. Ketahuilah bahwa aku akan selalu bersyukur akan adanya kamu, meski sejujurnya akhir ini bukanlah sesuatu yang aku harapkan. Setidaknya, aku bersyukur kita bisa sama-sama menjadi pelajaran dan kenangan dalam hidup kita masing-masing.

Dan untukku, kamu adalah pelajaran dan kenangan yang paling manis, setidaknya sampai saat ini. Terima kasih.
idntimes.com

Karena yang Menemanimu dari Nol adalah yang Patut Diperjuangkan

Senja sore pun berlalu, berganti dengan gelapnya malam yang indah, suasana lirihan angin yang sedang menari, dan kicauan jangkrik yang menemaniku malam hari ini.


Hai kau yang disana, tak usah mencemaskanku berlebihan disini, tenanglah.. aku adalah gadis yang sudah terbiasa berteman sepi yang akan tetap selalu menunggu kehadiranmu ini.
Mencintaimu adalah salah satu tanggung jawab bagiku. Dengan umur yang dewasa ini aku tidak bisa menganggap cinta hanya soal romansa saja, namun pada hal yang membuat kita bisa membiakkan mimpi nantinya.

Menganggapmu remeh, memang! Namun itu dulu, seiring berjalannya waktu, engkau yang paling patut dipertahankan.
Aku menyesal, yah aku menyesal atas perlakuanku padamu dulu, yang selalu membuatmu kecewa, yang membuatmu merasa terbebani. Aku tidak tahu, entah apa yang membuatku seperti itu, aku adalah anak kelas 1 SMA yang masih tidak tau apa-apa. Apalagi soal cinta.
Pacaran pun belum pernah. Namun aku sadar, di balik perlakuanmu yang tak kunjung-kunjung menyerah terhadap sifatku, yang suka marah, dan nangis seenaknya. Tapi kau tetap bertahan mempertahankanku. Kau tetap merayuku, membujukku seperti anak kecil, mengalah, padahal aku sudah tahu bahwa itu semua adalah salahku.
“Kenapa?”
“Kenapa kau seperti itu padaku?”
Cinta ini mungkin membuat dirimu seperti orang yang akan tetap selalu menerima cobaan, meskipun kamu tau bagaimana resikonya. Melihat perjuanganmu membuatku luluh, membuatku mengerti dan menyadari bahwa saat kita ditimpa masalah dan bisa menyikapinya dengan baik justru saat itu pula kita menjadi dewasa.
Saat aku berusaha untuk mencoba menghindar darimu, justru kau malah selalu ada buatku. Saat itu pula ku tahu akan ketulusan cintamu, maafkan aku yang membuatmu sakit atas perlakuanku.
"Namun orang seperi inilah yang patut diperjuangkan dan dipertahankan hingga kapanpun."
Aku tidak gombal. Ini memang serius, aku menyesal atas tingkah lakuku dulu kepadamu. Maafkan aku.
Berubahnya dirimu dengan drastis, salah satunya hanya karena aku sebagai alasan yang menjadi penyemangat dalam hidupmu.
Berubah di sini bukan berarti berubah atas sesuai keinginan pasangan, aku juga tidak berlebihan menuntutmu apa-apa. Hanya karena semangatmu yang berkobar dalam mencapai impian dan untuk memenangkan hati kedua orangtuaku serta meyakinkannya.
Itulah dirimu yang membuatku merasa semakin kagum padamu. Sedikit demi sedikit kau bisa menunjukkan padanya. Asal kamu tahu, semakin lama aku semakin menyayangimu, yang saat kau mengatakan bahwa aku adalah salah satu penyemangat dan inspirasi dalam hidupmu. Hatiku seperti menari-nari waktu itu. Rasanya aku ingin berteriak dan mengatakan:

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’’
“Apakah ini benar?”
Terserah kamu menganggap aku alay atau bagaimana, tapi aku bangga senggaknya aku bisa berguna padamu. Kau jarang sekali menujukkan sikap romantismu dengan perkataan. Tapi kau langsung menunjukkan dengan perbuatan-perbuatanmu.

Semakin hari kau semakin buatku jatuh cinta. Kau adalah cinta pertamaku. Yang entah apa alasannya tapi yang pasti kau sudah hebat bisa memenangkan hati kedua orangtuaku.
Aku adalah gadis yang sedang jungkir balik berjuang memantaskan diri untukmu.
Saat ini kau sedang sibuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan dari impian-impianmu itu. Akan ada hal di mana aku harus bisa menerima risiko atas tindakanmu itu, bahkan kita sudah tidak saling bisa bertemu dan bertelepon atau sms sesering dulu.

Tapi tak perlu kau mencemaskanku sayang, aku gadis yang sudah terbiasa berteman sepi, yang mungkin pada kenyataanya aku juga ingin bertemuu denganmu. Aku harus bisa menyingkirkan egoku. Keinginan itu harus kulerai dulu. Bukan berarti aku hanya setia menunggumu, namun aku juga berjuang disini untuk cinta yang berkualitas nanti.
Mencemaskanmu memang salah satu hal yang selalu aku rasakan. Namun aku yakin padamu, bahwa kecemasan itu tidak akan terbuang sia-sia. Kesibukanmu yang membuat kita tidak sering bertemu memberikan waktu luang yang banyak untukku untuk belajar.
Yah, belajar bagaimana aku bisa memenangkan hati kedua orang tuamu. Yah kita berganti, saat kau bisa.. mengapa aku tidak bisa? Karena dalam menjalin hubungan bukan hanya kita saja yang menjalankan, namun dukungan orang lain juga perlu. Aku tahu sayang, ini masih butuh proses panjang. Tapi percayalah padaku, aku berusaha menjadi calon istri yang bisa diterima keluargamu nanti.
Sampai tiba saatnya nanti, kita di persatukan dan menjalankan kehidupan baru menjadi tidak canggung lagi. 
Setelah penantian panjang kita lalui, impian harapan masa depan kita rencanakan sedari dulu. Sampai itu semua sudah terpenuhi, disitulah aku sudah tidak canggung lagi kepadamu sayaang, saat aku sudah sering terbiasa melihat mukamu saat bangun tidur dengan rambut yang berantakan.
Saat itulah kebahagian yang kita nanti-nantikan, aku tau dalam menjalankan hubungan ini tidak melulu kita bahagia. Bertengkar, berbeda pendapat sudah menjadi hal yang tabu bagi kita. Saat kita bak besi yang sudah bisa melebur jadi satu disitulah kita bisa menjalankan ritme hidup ini bersama. Bahkan tujuanku dari dulu adalah aku bisa membahagiakanmu duhai calon suamiku.
Ketika aku sudah memutuskan untuk bersanding denganmu, di situ kamu harus percaya bahwa aku memilihmu karena aku nyaman denganmu. Semoga Kau Kan Tetap Menjadi Cinta Pertama dan Terakhirku.
Semoga kau bisa memahami apa yang aku tuliskan untukmu ini. “My First Love”.
idntimes.com

Pilihlah Sosok yang Membuatmu Nyaman Sebab Kamu Berhak Bahagia

Setiap orang berhak bahagia. Dalam sebuah hubungan pun, kita juga perlu bahagia. Bahagia itu bisa didapat dari mana saja. Dan umumnya untuk bahagia, kita perlu merasa nyaman dengan pasangan kita.

Rasa nyaman bersikap personal. Tiap-tiap orang bisa menemukan, menciptakan, dan menentukan rasa nyaman untuk dimiliki. Sehingga ada alasan tersendiri kenapa kita perlu mengutamakan rasa nyaman saat memilih pasangan hidup.

Saat Nyaman, Kita Bisa Lebih Terbuka
Ketika sudah merasa nyaman dengan seseorang, kita bisa bersikap lebih terbuka. Sehingga kalau ada permasalahan atau persoalan yang muncul, kamu bisa segera berkomunikasi dengan pasanganmu untuk mencari jalan keluarnya. Bukannya malah diam-diaman dan membuat sebuah masalah jadi semakin tak terkendali.
Kalau Ada Masalah Bisa Segera Diselesaikan
Mustahil rasanya ada hubungan yang tanpa masalah atau konflik. Tapi, bersama orang yang bisa membuatmu nyaman, kamu akan bisa memantapkan batin kalau setiap masalah pasti bisa segera diselesaikan. Setiap persoalan bisa dibicarakan baik-baik. Tidak ada perasaan dendam atau sakit hati yang dipendam.
Rasa Nyaman Memberi Sebentuk Rasa Aman
Saat kita merasa nyaman dengan seseorang, hati akan terasa lebih tenang. Tak perlu merasa cemas, khawatir, atau takut akan hal-hal yang sebenarnya tak perlu dipikirkan. Dan dengan sendirinya akan ada perasaan aman yang kita dapatkan.
Sebuah Hubungan Tak Sepatutnya Membuatmu Tersiksa
Ah, sedih pastinya kalau kamu malah merasa tersiksa dan tak tenang ketika menjalin sebuah hubungan. Tak ada senyum atau tawa yang kamu perlihatkan. Hari-hari terasa berat dan pertemuan dengannya hanya membuat batinmu tertekan.
Kamu Berhak Bahagia, Ladies
Kamu punya hak untuk bahagia. Dengan bersama orang yang membuatmu nyaman, kamu bisa merasakan keutuhan cinta. Setiap saat bisa tersenyum dan tertawa lepas dengannya. Dan itu sudah cukup untuk membuat segalanya terasa baik-baik saja.
Jadi, apakah kamu setuju bahwa dengan orang yang bisa membuatmu nyaman kamu bisa bahagia? Atau mungkin kamu punya sudut pandang atau pendapat lain terkait hal ini?

vemale.com